Jumat, 04 Februari 2011

DUA SURGA

Mesir adalah hadiah Allah SWT bagi Islam di Selatan, Persia hadiah di Utara. Keduanya sering disebut dengan "Ad Janatain " , dua taman, seperti dalam firman Allah SWT dalam Surat 55 Ar Rahman ayat 46, " Tapi bagi orang yang takut akan saat ia berdiri didepan Tuhannya, ada dua surga " .........."Maka karunia manakah dari Tuhanmu yang kamu ( manusia) dan kamu ( Jin ) dustakan?" ( ayat berikutnya).

Tapi bisa juga dua peradaban: peradaban Arab dan peradaban Islam. Subhanallah!

Penjelasan lebih lanjut dapt dilihat di terjemahan bahasa Inggris Al Qur'an oleh Maulana Muhammad Ali dalam catatan kaki no.2419.

NB.Saduran ayat 46 dari : Bacaan Mulia oleh HB Yassin.


catatan kaki no 2419 pada ' The Holy Qur'an, Arabic Text, English Translation and Commentary by Maulana Muhammad Ali, Ahmadiyyah Anjumna Isha'at Islam Lahore, Inc.1315 Kingsgate  rd. Colombus Ohio 43221, USA edisi pertama 1917, edisi ke 7 1991.  ISBN #0-913321-05-2:



Ganjaran bagi bagi yang soleh dijelaskan secara gamblang disini sebagai dua taman yakni taman di kehidupan kini dan taman di akhirat. Taman dalam kehidupan kini adalah kebahagiaan rohani dimana orang soleh mendapatkannya dalam berbuat baik dimana taman, sungai dan buah-buahan adalah lambang.


Tetapi kata kata ini dalam makna bisa juga menjadi suatu yang lebih mengacu pada penaklukan duniawi yang dijanjikan bagi kaum muslim. Dan dukungannya dipinjam dari satu hadis yang menyebut soal Saihan dan Jaihan ( dua sungai di Persia) dan Furat ( Euphrates, yang bersama Tigris  mengairi Mesopotamia) dan Nil yang mengairi Mesir, sebagai sungai-sungai di surga ( Hadis Muslim jilid 2 hal 351), negeri-negeri yang membentuk lembah dari 4 sungai ini adalah diantara penaklukan-penaklukan Islam yang paling awal dan tetap sebagai negeri Muslim hingga kini dibawah pemerintahan Muslim. 


Perhatikan lebih jauh bahwa selalu disebut "dua taman" dalam Al Quran Karim sebagai lambang kesejahteraan dan kebahagiaan, sebagaimana dua taman dari Saba yang makmur  ( Saba  34:15) , atau dua taman dari negeri negeri Nasrani ( Al Kahfi 18: 32).    

Senin, 17 Januari 2011

WAKTU SIKLIS DAN WAKTU LINEAR

  • Surat 9, At-Taubah ayat 36:

    Sungguh, jumlah dalam bulan pada Allah ialah dua belas dalam Kitab Allah, pada hari Ia menciptakan langit dan bumi. Empat daripadanya suci. Itulah agama yang lurus. maka janganlah kamu aniaya dirimu dalam (bulan-bulan) itu), Tetapi perangilah orang orang musyrik secara menyeluruh, sebagaimana mereka memerangi kamu secara menyeluruh. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang takwa( kepada-Nya)


    Surat 10, Yunus ayat 5:

    Ialah yang menjadikan matahari bersinar, dan bulan bercahaya, (Ialah yang) menentukan manzilah manzilah* baginya supaya kamu tahu jumlah tahun dan perhitungan (waktu). Tiada Allah menciptakan ini, kecuali dengan sebenarnya. (Demikianlah) Ia menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang yang mengetahui.


    Surat 17, Bani Israil ayat 12:

    Dan kami jadikan malam dan siang sebagai dua (macam) tanda. Kami hilangkan malam, dan kami jadikan tanda siang jelas kelihatan, supaya kamu mencari karunia dari Tuhanmu dan supaya kamu tahu jumlah tahun dan perhitungan. Segala sesuatu telah kami jelaskan seterang-terangnya.


    Manusia memang cuma mampu menjalani waktu secara linier, seperti kita memutar kaset, kalau memilih lagu kita harus melewati lagu demi lagu secara berurutan sampai ke lagu pilihan. Hanya Allah SWT yang mampu melihat waktu seperti kita memutar CD atau Piringan Hitam ( bentuk siklis) ,bukankah Allah jua yang menciptakan waktu? Seandainya kita bisa memilih lagu dalam format CD atau PH kita bisa loncat langsung ke lagu pilihan.

    Maka dengan pertolongan Sang Khalik seperti tersirat dalam ayat ayat diatas itu, manusia menciptakan kondisi siklis dalam pengalaman waktu linear, manusia menciptakan ukuran waktu yang berulang-ulang: jam, hari dan bulan. Ukuran ukuran waktu ini memberikan kemungkinan manusia untuk memproyeksikan kesadaran dirinya kedepan dan kebelakang waktu, mensimulasi pengalaman waktu siklis, misalnya : Rabu kemarin, ....bulan Agustus mendatang....sedemikian rupa sehingga dengan dibantu memorynya manusia mampu mensinergikan kesadaran waktunya dengan kesadaran ruangnya. Dengan demikian manusia bisa merencana kedepan dan mencatat dalam kenangannya kejadian yang yang telah lalu sehingga dia bisa mempertahankan identitas nya dalam waktu selain identitasnya dalam ruang. Sementara itu ukuran waktu yang disebut tahun dibuat untuk mempertahankan jejak waktu linearnya. Maha benar Allah dengan segala firman firman-Nya.

    *manzilah= rumah perhentian.

    Ayat ayat suci: saduran HB Yassin.

Selasa, 11 Januari 2011

BACALAH!

Bacalah Al Qur'an, paling tidak karena rasa keingintahuan anda. Buku yang membangun sebuah peradaban yang menyebar keseluruh dunia hingga kini.

Kamis, 30 Desember 2010

AS IF THEY WERE EGGS




As if they were egg , carefully protected. As Saffat 37: 49


All living thing' s survivability , especially humankind, depend , particularly, on eggs. That's the way we continue to exist. In fact we were once an egg, fertilized and beared carefully in our mother's womb. So it's clearly make sense if we carefully protect women likewise, in every possible way.

picture courtesy Eva Wilson, in her book; Islamic Designs

Selasa, 09 Juni 2009

PIDATO BARACK OBAMA

"Amerika dan Islam tidak saling menutup diri dan tak perlu bersaing".demikian ucapan Presiden Obama dalam pidatonya di Universitas Kairo di Mesir beberapa waktu yang lalu. Apa makna ucapan itu bagi Muslimin? Tak kurang dari suatu pengakuan yang tegas dan nyata bahwa Islam sangat diperhitungkan di dunia ini. Pengakuan ini sebenarnya sudah lama ada namun dalam bentuk yang sangat negatif dan secara tidak langsung. Sekarang tinggal kita semua umat muslim untuk memberi makna pada posisi yang luar biasa tersebut.
Ada kemungkinan karena pidato Obama inilah kemudian beliau mendapatkan penghargaan Nobel untuk perdamaian 2009.
Pola oleh I el Said dan A. Parman, Courtesy Eva Wilson, Islamic Design, British Museum Pattern Books1992
Pangeran Charles dari Inggris juga berpidato dalam nada yang hampir senada:

Rabu, 27 Mei 2009

ARAB KRISTEN

Majalah National Geographic terbitan Juni 2009 menampilkan cerita tentang Arab Kristen yang kurang diperhatikan oleh kita semua.
Kaum ini merupakan bukti bahwa dalam perjalanan sejarahnya yang lebih dari 14 abad, muslimin tetap memegang teguh azaz kebebasan beragama dan toleransi yang tinggi. Kaum ini menghuni wilayah yang disebut Levant ( Pesisir Timur laut Tengah). Mereka bahkan pernah menjadi kaum yang dominan namun terus mengalami marjinalisasi terutama sejak perang Salib, dimana pada salah satu pase perang, mereka dibunuhi oleh apa yang disebut para Crusader yang notabene juga Kristen bersamaan dengan dibantainya kaum Muslimin. Jumlah mereka kini yang ada disana ditambah yang di Mesir kurang lebih 13 Juta jiwa.

Bagi banyak orang di dunia, termasuk musliminnya sendiri , kehadiran mereka disana, sangat mengherankan karena Arab selalu sinonim dengan Islam. Sebenarnya tidak begitu karena mereka sudah beragama Kristen turun temurun sejak berkembangnya Kristiani disana . Yang menarik lagi dalam artikel di majalah tersebut yang berjudul:" The Forgotten Faithful Arab Christian" yang ditulis oleh Don Belt dan fotografi oleh Ed Kashi, disebutkan bahwa pada saat awal perkembangannya mereka menganggap/ mengira Islam sebagai sekte bid'ah baru lainnya dari agama Kristen ( hal 94). Tak pernah terpikirkan oleh mereka waktu itu bahwa Islam adalah agama tersendiri.
Tentu hal ini masuk diakal, karena Islam juga memuliakan para Nabi Nabi, baik dalam Kitab Perjanjian Lama maupun dalam Kitab Perjanjian Baru.
Buat saat ini, mungkin keberadaan mereka bisa jadi jembatan yang Indah bagi hubungan antara Kristen dan Islam.
2 Jumadil Akhir 1430 H /27 mei 2009

Selasa, 17 Maret 2009

PAKAIAN YANG KITA KENAKAN




Apakah anda pernah memikirkan apa yang akan terjadi bila suatu saat karena semacam suatu bencana, tak cukup ada pakaian di dunia ini untuk kita kenakan?.
Tidak seperti kebutuhan dasar lainnya seperti makanan, manusia dalam sejarahnya tak pernah kekurangan secara serius bahan pakaian untuk dikenakan.
Kita tentu bertanya-tanya, apakah ini cuma keberuntungan abadi atau memang ada semacam campur tangan dari Allah SWT untuk melindungi manusia dari kebugilan?
Walau manusia lahir tanpa pakaian , manusia tak pernah tampil telanjang sesudahnya. Bahkan dalam liang kubur.
Tetapi coba perhatikan surat 7 Al A’raf ayat 26 : Ketika Allah SWT berfirman:
"Hai Bani Adam, Telah kami turunkan pakaian guna menutupi auratmu Dan ( sebagai) perhiasan (bagimu).
Tapi pakaian berupa takwa itu lebih baik.
Demikianlah beberapa diantara tanda-tanda kekuasaan Allah, supaya mereka ingat selalu.
Juga surat 20 Taha ayat 118 Ketika Allah SWT berfirman kepada Adam a.s. sendiri :
“Bagimu ( cukup persediaan) , sehingga tiada kau kelaparan atau telanjang didalamnya ( surga)”.
Lebih jauh lagi Abdullah Yusuf Ali dalam catatan kaki terjemahan Al Qur’an, menangkap ke rangkapan filsafat ( double philoshopy) dari surat Al A’raf ayat 26 tersebut diatas:
Secara rohani manusia diciptakan dalam keadaan “furada” , polos dan sendiri ( bare and alone) .
Jiwa dalam kesucian yang polos dan dalam keindahannya, tidak mengenal malu sebab tak mengenal salah.
Namun setelah tersentuh oleh rasa bersalah dan dicemari oleh maksiat, pemikiran dan perbuatan jiwa itu berubah menjadi pakaian dan perhiasannya, baik atau buruk, tulus atau pamrih, sesuai dengan niat pada pikiran dan wataknya. Begitu juga dengan tubuh, ia bersih dan indah selama tidak dinodai oleh penyalah gunaan. Seandainya jiwa dan raga seseorang baik, dia akan menjadi lambang kesucian dan keindahan.
Tetapi pakaian dan perhiasan terbaik hanya datang dari ke takwa’an, yang bisa menutupi ketelanjangan dosa dan meriasi kita dengan kebajikan.
Dalam dunia sastra filsafat pakaian juga merupakan tema Carlyle dalam karyanya : “Sartor Resartus”.
20 Rabiul Awal 1430.
terjemahan Al Qur'an dalam bahasa Indonesia : HB Jassin
Gambar: batik yang pada 2 Oktober 2009 lalu di tetapkan UNESCO sebagai Legacy Indonesia buat seluruh umat manusia.