Jumat, 10 Juni 2011
KERTAS
Minggu, 06 Maret 2011
MENGAJI
Minggu, 20 Februari 2011
MERAYAKAN FIRMAN
Jumat, 11 Februari 2011
TATAKRAMA BAGI MUSLIM
Jumat, 04 Februari 2011
DUA SURGA
Mesir adalah hadiah Allah SWT bagi Islam di Selatan, Persia hadiah di Utara. Keduanya sering disebut dengan "Ad Janatain " , dua taman, seperti dalam firman Allah SWT dalam Surat 55 Ar Rahman ayat 46, " Tapi bagi orang yang takut akan saat ia berdiri didepan Tuhannya, ada dua surga " .........."Maka karunia manakah dari Tuhanmu yang kamu ( manusia) dan kamu ( Jin ) dustakan?" ( ayat berikutnya).
Tapi bisa juga dua peradaban: peradaban Arab dan peradaban Islam. Subhanallah!
Penjelasan lebih lanjut dapt dilihat di terjemahan bahasa Inggris Al Qur'an oleh Maulana Muhammad Ali dalam catatan kaki no.2419.
NB.Saduran ayat 46 dari : Bacaan Mulia oleh HB Yassin.
catatan kaki no 2419 pada ' The Holy Qur'an, Arabic Text, English Translation and Commentary by Maulana Muhammad Ali, Ahmadiyyah Anjumna Isha'at Islam Lahore, Inc.1315 Kingsgate rd. Colombus Ohio 43221, USA edisi pertama 1917, edisi ke 7 1991. ISBN #0-913321-05-2:
Ganjaran bagi bagi yang soleh dijelaskan secara gamblang disini sebagai dua taman yakni taman di kehidupan kini dan taman di akhirat. Taman dalam kehidupan kini adalah kebahagiaan rohani dimana orang soleh mendapatkannya dalam berbuat baik dimana taman, sungai dan buah-buahan adalah lambang.
Tetapi kata kata ini dalam makna bisa juga menjadi suatu yang lebih mengacu pada penaklukan duniawi yang dijanjikan bagi kaum muslim. Dan dukungannya dipinjam dari satu hadis yang menyebut soal Saihan dan Jaihan ( dua sungai di Persia) dan Furat ( Euphrates, yang bersama Tigris mengairi Mesopotamia) dan Nil yang mengairi Mesir, sebagai sungai-sungai di surga ( Hadis Muslim jilid 2 hal 351), negeri-negeri yang membentuk lembah dari 4 sungai ini adalah diantara penaklukan-penaklukan Islam yang paling awal dan tetap sebagai negeri Muslim hingga kini dibawah pemerintahan Muslim.
Perhatikan lebih jauh bahwa selalu disebut "dua taman" dalam Al Quran Karim sebagai lambang kesejahteraan dan kebahagiaan, sebagaimana dua taman dari Saba yang makmur ( Saba 34:15) , atau dua taman dari negeri negeri Nasrani ( Al Kahfi 18: 32).
Senin, 17 Januari 2011
WAKTU SIKLIS DAN WAKTU LINEAR
Surat 9, At-Taubah ayat 36:
Sungguh, jumlah dalam bulan pada Allah ialah dua belas dalam Kitab Allah, pada hari Ia menciptakan langit dan bumi. Empat daripadanya suci. Itulah agama yang lurus. maka janganlah kamu aniaya dirimu dalam (bulan-bulan) itu), Tetapi perangilah orang orang musyrik secara menyeluruh, sebagaimana mereka memerangi kamu secara menyeluruh. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang takwa( kepada-Nya)
Surat 10, Yunus ayat 5:
Ialah yang menjadikan matahari bersinar, dan bulan bercahaya, (Ialah yang) menentukan manzilah manzilah* baginya supaya kamu tahu jumlah tahun dan perhitungan (waktu). Tiada Allah menciptakan ini, kecuali dengan sebenarnya. (Demikianlah) Ia menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang yang mengetahui.
Surat 17, Bani Israil ayat 12:
Dan kami jadikan malam dan siang sebagai dua (macam) tanda. Kami hilangkan malam, dan kami jadikan tanda siang jelas kelihatan, supaya kamu mencari karunia dari Tuhanmu dan supaya kamu tahu jumlah tahun dan perhitungan. Segala sesuatu telah kami jelaskan seterang-terangnya.
Manusia memang cuma mampu menjalani waktu secara linier, seperti kita memutar kaset, kalau memilih lagu kita harus melewati lagu demi lagu secara berurutan sampai ke lagu pilihan. Hanya Allah SWT yang mampu melihat waktu seperti kita memutar CD atau Piringan Hitam ( bentuk siklis) ,bukankah Allah jua yang menciptakan waktu? Seandainya kita bisa memilih lagu dalam format CD atau PH kita bisa loncat langsung ke lagu pilihan.
Maka dengan pertolongan Sang Khalik seperti tersirat dalam ayat ayat diatas itu, manusia menciptakan kondisi siklis dalam pengalaman waktu linear, manusia menciptakan ukuran waktu yang berulang-ulang: jam, hari dan bulan. Ukuran ukuran waktu ini memberikan kemungkinan manusia untuk memproyeksikan kesadaran dirinya kedepan dan kebelakang waktu, mensimulasi pengalaman waktu siklis, misalnya : Rabu kemarin, ....bulan Agustus mendatang....sedemikian rupa sehingga dengan dibantu memorynya manusia mampu mensinergikan kesadaran waktunya dengan kesadaran ruangnya. Dengan demikian manusia bisa merencana kedepan dan mencatat dalam kenangannya kejadian yang yang telah lalu sehingga dia bisa mempertahankan identitas nya dalam waktu selain identitasnya dalam ruang. Sementara itu ukuran waktu yang disebut tahun dibuat untuk mempertahankan jejak waktu linearnya. Maha benar Allah dengan segala firman firman-Nya.
*manzilah= rumah perhentian.
Ayat ayat suci: saduran HB Yassin.