Bagi tiap ummat Kami tetapkan upacara ( menyembelih korban ) supaya mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang Ia berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. Maka berserahlah kamu kepada-Nya, dan sampaikan kabar gembira kepada orang yang merendahkan diri ( di depan Tuhan). Al Qur'an Surat 22 Al Hajj 34.
Hai orang beriman, Khamar dan maisir, sajian yang diletakan diatas batu-batu ( untuk berhala) , dan panah-panah ramalan, hanya barang barang keji buatan syaitan . Karena itu jauhilah supaya kamu beroleh kejayaan.( Al Qur'an Surat 5 Al Maidah ayat 90)
Dan diceritakan kepada mereka kisah dua putera Adam-( Habil dan Qabil) - dengan sebenarnya. Ketika mereka mempersembahkan korban, lalu diterima dari yang seorang ( yakni Habil), tapi tidak diterima dari yang lain ( yakni Qabil). Berkata Qabil, "akan kubunuh kau". Menjawab Habil " Allah hanya menerima (korban) dari yang takwa ( kepada Tuhan)". ( Al Qur'an Surat 5 Al Maidah ayat 27)
Seperti kita ketahui Nabi Adam a.s. dan keluarganya adalah manusia-manusia pertama.
Altar tertua yang pernah ditemukan ada di Gobekli Tepe di dekat kota Sanliurfa ( kota kelahiran Ibrahim a.s. !) di Turki Selatan, di perbatasan Suriah di sebuah pegunungan yang menjadi sumber sungai Eufrat dan Tigris, yang diperkirakan dibangun sekitar 11.600 tahun yang lalu ( sekitar 7000 tahun sebelum Piramid di Mesir di bangun).
Dan memang kemudian altar menjadi titik pusat dari hampir semua rumah ibadah yang ada dan pernah ada dari sepanjang sejarah kemanusiaan. Altar ini menjadi sangat berkuasa dan eksesif. Pada puncak eksesnya persembahan berupa manusia, bahkan nabi Ibrahim a.s. sendiri, bapak dari banyak nabi yang datang kemudian, hampir saja melakukannya.
Demikian juga asal usul kota . Klaus Schmidt ( 1953-2014) arkeolog dari Lembaga Arkeologi Jerman ( DAI) yang meneliti kuil dan altar mengatakan bahwa :"First came the temple, then the city." ( pertama datang kuil, lalu muncul kota/ dalam setiap kuil pasti ada altarnya)
Ayat-ayat diatas merupakan terjemahan Al Qur'an oleh HB Yassin dalam: BACAAN MULIA , terbitan Penerbit Jambatan Jakarta 1991.
Habil dan Qabil adalah Abel dan Cain dalam Kitab Perjanjian Lama.
Sumber tambahan :
1. Artikel berjudul: the Birth of Religion oleh Charles C. Mann dan Vincent J. Musi di National Geographic Juni 2011.
2. http://en.wikipedia.org/wiki/G%C3%B6bekli_Tepe
3." History of Israel"bab IV. oleh Renan.
4. "Corpus Inscriptionum Semiticarum "oleh Renan, bagian 1 hal 154 .
5. http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/04/ritual-pengorbanan-manusia-dan-evolusi-masyarakat-modern
REVOLUSI AGAMA: ALKITAB MENGGANTI ALTAR

